entah berapa lama harus kususun,
perkamenperkamen basi ini
sehingga menyerupai purnama pucat pasi ?
perkamenperkamen basi ini
sehingga menyerupai purnama pucat pasi ?
aku tersadar,
berada dalam pendopo ini,
dengan roncean melati juga kemboja para pemuja semesta
lalu engkau hadir,dengan senja yang mengungsi
ke dalam bibirmu,terkunci rapat hingga enggan melahirkan kupukupu
( dan kau menarikan puisipuisi diantara nyanyiannyanyian sunyi)
ah, memang perempuan
dengan senja dalam bibirmu,merubah cerita menjadi mantra
ah, memang perempuan
dengan senja dalam bibirmu, mengajari aku menenun kata
ah,memang perempuan
seperti mahadewi merajut malam menjadi puisi
( angkaangka arloji pun berantakan bersama abuabu rokok )
kerap mulailah bersama menanti,
kapan pengantinpengantin
menggunting daun pintu langitlangit sunyi
senja pun, menguraikan tak pasti
hingga kita mati dalam pendopo yang sepi
dan menjadi mayatmayat tanpa arti
entah berapa lama harus kita susun,
perkamenperkamen basi ini
sehingga menyerupai purnama pucat pasi ?
perkamenperkamen basi ini
sehingga menyerupai purnama pucat pasi ?
(2009-2010, Kepada Bunga Bunga Matahari )
No comments:
Post a Comment